![]() |
| Suasana Haru Pelepasan Jamaah Umroh Oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di Pendopo |
Mataram, CatatanNTB.com – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Lalu Muhamad Iqbal secara resmi melepas 33 jamaah umrah di Pendopo Gubernur NTB, Mataram, Rabu (21/1/2026). Keberangkatan para jamaah ini merupakan hadiah umrah dari Gubernur NTB bersama istri, Hj. Shita Muhamad Iqbal, sebagai bentuk apresiasi kepada putra-putri daerah yang selama ini bekerja dalam senyap dan jarang tersorot.
Suasana haru menyelimuti acara pelepasan. Salah satu jamaah, H. Agus Talino, wartawan senior NTB, dalam pesan kesannya. Mengajak seluruh jamaah untuk mendoakan Gubernur NTB agar selalu diberi kesehatan dan kekuatan dalam memimpin daerah.
“Hadiah umrah ini sungguh di luar dugaan. Ini kejutan luar biasa bagi kami,” ujar Haji Agus dengan suara bergetar. Ia menilai langkah Gubernur memberikan hadiah umrah merupakan hal mulia, karena membangun daerah tidak cukup hanya dengan fisik dan pikiran, tetapi juga membutuhkan kekuatan doa.
Dalam sambutannya, Gubernur NTB menyampaikan bahwa kebahagiaan yang ia rasakan justru lebih besar daripada kebahagiaan para jamaah. Disampaikan bahwa umrah tersebut dibiayai dari tabungan pribadi keluarganya.
“Namun semua ini tentu atas ketentuan Allah SWT. Kami hanya sebagai wasilah, kami ingin memberangkatkan hingga 100 orang tapi baru mampu 30-an” ujar Gubernur.
Ia menambahkan, hadiah umrah ini adalah pesan moral bagi mereka yang selama ini bekerja dalam sunyi, tanpa sorotan publik. “Ada orang-orang yang jasanya jarang terlihat. Melalui kesempatan ini saya ingin menyampaikan, jasa kalian tidak pernah dilupakan,” tegasnya.
Gubernur NTB mengaku sebenarnya ingin ikut mendampingi jamaah umrah, namun kondisi daerah yang tengah menghadapi situasi kebencanaan membuatnya harus tetap berada di NTB.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur menitipkan doa secara khusus kepada para jamaah. Ia meminta agar masyarakat NTB didoakan, terutama terkait persoalan kemiskinan.
“Tolong doakan masyarakat NTB, khususnya warga miskin,” pintanya. Ia juga secara khusus meminta doa untuk para kader posyandu, polisi hutan, serta mereka yang bekerja di garis depan pelayanan sosial.
“Posyandu itu adalah keajaiban bagi daerah. Mereka bekerja siang malam, dengan honor yang sangat kecil, hanya sekitar Rp150 ribu, tapi dampaknya luar biasa,” ungkapnya.
Tak lupa, Gubernur juga menitipkan doa bagi para sopir dan office boy yang selama ini bekerja setia namun jarang mendapat perhatian.
Pelepasan 33 jamaah umrah ini bukan sekadar seremoni keberangkatan ibadah, tetapi menjadi simbol kepedulian, penghargaan, dan harapan agar doa-doa dari Tanah Suci menjadi penguat bagi NTB dan seluruh masyarakatnya.
Pemberangkatan 33 warga untuk menunaikan ibadah umrah ini, merupakan hadiah dari Gubernur dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun NTB ke-67. Meski terlihat sederhana, namun sarat makna.
"Mereka bukan tokoh yang sering berdiri di mimbar kehormatan. Mereka adalah orang-orang yang bekerja dalam diam: sopir, petugas kebersihan, pembuat kopi di kantor, kader posyandu, polisi hutan, jurnalis, dan para pekerja lapangan lainnya." Tangan-tangan yang jarang disorot kamera, tetapi tanpanya roda pelayanan dan kemanusiaan tidak pernah benar-benar berjalan.

0Komentar