Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama ibu ketua PKK NTB menyapa warga di KLU


Lombok Utara, CatatanNTB.com – Suasana berbeda terlihat dalam agenda Safari Ramadan 1447 Hijriah Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. Jika biasanya kegiatan diisi dengan seremoni dan resmi, kali ini Iqbal memilih menyapa langsung warga miskin ekstrem dari rumah ke rumah di Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (25-2-26).


Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan program Desa Berdaya benar-benar menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan. Iqbal ingin melihat langsung kondisi warga sekaligus memastikan intervensi pemerintah berjalan sesuai tujuan, yakni menuntaskan kemiskinan ekstrem.


Di hadapan para pendamping desa, Iqbal menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi. Menurutnya, persoalan kemiskinan tidak bisa diselesaikan secara parsial.


“Desa Berdaya ini program yang karakternya orkestrasi dan kolaborasi. Jangan pernah berpikir menyelesaikan masalah sendiri,” tegasnya.


Ia meminta para pendamping memahami karakteristik desa, menggali potensi yang ada, serta menganalisis penyebab warga masih berada dalam kategori miskin ekstrem. Dengan begitu, intervensi yang diberikan dapat tepat sasaran.


“Mereka harus memahami apa penyebab kemiskinan di desa dan memanfaatkan potensi yang ada,” ujarnya.


 juga menyoroti potensi pariwisata Desa Sigar Penjalin yang dikelilingi hotel dan vila. Ia mendorong agar masyarakat miskin ekstrem diberi fasilitas dan pendampingan untuk terlibat dalam ekosistem pariwisata, termasuk menyiapkan homestay atau usaha pendukung yang layak dan bersih.


“Pastikan tempatnya bersih, nyaman, tidak membuat orang kehilangan selera. Kita ajarkan mereka memanfaatkan potensi lokal,” katanya.


Sebagai bentuk komitmen, Pemprov NTB mengalokasikan anggaran Rp500 juta untuk Desa Sigar Penjalin yang menjadi salah satu sasaran program Desa Berdaya tahun ini.

Kehadiran gubernur secara tiba-tiba di rumah warga menghadirkan momen haru. Sakmah, seorang lansia yang tinggal seorang diri di gubuk sederhana, tak kuasa menahan air mata saat rumahnya didatangi orang nomor satu di NTB itu.


“Bahagia, kaget dan terharu. Tiba-tiba Pak Gubernur datang ke rumah saya yang kondisinya seperti ini. Terima kasih sudah mau datang,” ucapnya sambil mengusap air mata.


Sementara itu, Kepala Desa Sigar Penjalin, Zawil Fadli, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah provinsi. Ia menyebut terdapat sekitar 100 kepala keluarga (KK) di desanya yang masih tergolong miskin ekstrem.


“Kami pemerintah desa dan masyarakat Sigar Penjalin mengucapkan terima kasih. Program Desa Berdaya ini menjadi solusi bagi warga miskin ekstrem,” katanya.


Menurut Zawil, desa tersebut memiliki potensi pertanian, perkebunan dan pariwisata. Namun di tengah potensi itu, masih ada warga yang belum mampu keluar dari jerat kemiskinan.


Ia berharap intervensi melalui program Desa Berdaya mampu menekan angka kemiskinan ekstrem, bahkan menuju nol kemiskinan di tahun-tahun mendatang.


“Ketika diberikan modal usaha, warga bisa berinovasi sesuai kebutuhan hotel dan vila. Supaya usaha mereka benar-benar terserap pasar,” pungkasnya.


Program Desa Berdaya diharapkan tak sekadar menjadi bantuan sesaat, tetapi menjadi pintu pembuka asa, agar warga miskin ekstrem perlahan bangkit dan berdiri0ll di atas potensi desanya sendiri.