Mantan ketua umum HMI Cabang Dompu Raya Pridiman, S.Pd


Dompu, CatatanNTB.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Dompu dinilai belum berjalan merata. Sejumlah sekolah swasta disebut belum merasakan manfaat program nasional tersebut.

Mantan Ketua Umum HMI Cabang Dompu Raya, Pridiman S.Pd., Gr., menilai MBG merupakan kebijakan yang lahir dari semangat keadilan sosial dan kepedulian negara terhadap tumbuh kembang peserta didik. Namun dalam praktiknya di Dompu, pelaksanaan program tersebut masih menyisakan persoalan mendasar.

“Tidak meratanya penyaluran MBG di Kabupaten Dompu, terutama ke sekolah swasta, menjadi catatan serius. Seolah-olah mereka berada di luar lingkaran perhatian kebijakan,” ujar Pridiman, Selasa (3/2).

Menurutnya, peserta didik di sekolah swasta memiliki hak yang sama atas pemenuhan gizi, kesehatan, dan masa depan yang lebih baik. Jika MBG hanya berjalan di sekolah negeri, maka hal itu berpotensi menimbulkan ketimpangan.

“Gizi anak tidak mengenal label negeri atau swasta. Jika tujuan MBG adalah mencetak generasi yang sehat dan cerdas, maka keadilan distribusi harus menjadi pondasi utama,” tegasnya.

Ia juga menyoroti keberadaan dapur MBG yang digadang-gadang sebagai solusi nasional, namun belum menyentuh sekolah swasta di daerah. Kondisi ini dinilai bukan karena sekolah swasta tidak membutuhkan, melainkan belum diberi ruang dalam skema pelaksanaan.

Pridiman berharap pemerintah daerah bersama Badan Gizi Nasional (BGN), baik melalui koordinator daerah maupun koordinator wilayah, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG di Kabupaten Dompu.

Ia juga mendorong para mitra pelaksana agar mempercepat pemerataan distribusi program sehingga seluruh peserta didik, tanpa terkecuali, dapat merasakan manfaatnya.

“Program nasional seharusnya hadir untuk semua, bukan sebagian. Sudah saatnya dapur MBG benar-benar menjadi dapur rakyat yang melayani seluruh anak bangsa tanpa pengecualian,” pungkasnya.