Kadis Pariwisata dan Ekraf Provinsi NTB Ahmad Nur Aulia 


Mataram,CatatanNTB.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan 70 event pariwisata sepanjang 2026 sebagai strategi utama mendongkrak kunjungan wisatawan. Melalui rangkaian agenda tersebut, Pemprov NTB membidik 2,5 juta kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia, mengatakan target tersebut tetap optimistis dapat dicapai meski kondisi fiskal daerah sedang tidak ideal. Menurutnya, kunci utama keberhasilan ada pada kolaborasi lintas sektor dalam menggerakkan industri pariwisata.

“Dokumen perencanaan kami menargetkan 2,5 juta kunjungan. Kalau bisa melampaui, kenapa tidak? Untuk wisatawan mancanegara kami harap bisa mencapai angka 1 juta kunjungan,” ujarnya, Selasa (30/3/2026).

Aulia menegaskan, fokus pemerintah tidak semata mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga meningkatkan lama tinggal wisatawan (length of stay) agar memberi dampak langsung terhadap ekonomi lokal.

Menurutnya, NTB memiliki banyak atraksi wisata yang belum terekspos secara maksimal, terutama di desa-desa wisata yang rutin menggelar kegiatan budaya setiap pekan.

“Banyak atraksi yang kurang diekspos. Banyak desa di NTB punya atraksi setiap minggu, tapi tidak diketahui wisatawan. Ini yang membuat lama tinggal wisatawan di NTB masih singkat,” jelasnya.

Untuk mendukung target tersebut, seluruh event akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota, komunitas, hingga desa wisata.

“Seluruh event ini akan dielaborasi. Tujuannya, kami sama-sama punya goal dan saling menguatkan,” katanya.

Selain penguatan kolaborasi internal, NTB juga memperluas kerja sama promosi dengan daerah lain, termasuk Bali, melalui event internasional seperti Bali Beyond Travel Fair (BBTF) guna menarik lebih banyak wisatawan mancanegara.

Salah satu agenda yang diproyeksikan menjadi magnet utama adalah MotoGP Mandalika 2026. Event internasional tersebut dinilai mampu mendorong lonjakan kunjungan wisatawan secara signifikan, terutama dari luar daerah dan luar negeri.

“Harapannya Mandalika diramaikan oleh fans MotoGP dari luar daerah dan Indonesia. Event ini kami siapkan enam bulan sebelumnya agar bisa masuk dalam paket perjalanan wisata global,” terangnya.

Dari total 70 event yang disiapkan, terdapat empat agenda unggulan NTB yang masuk dalam program Kharisma Event Nasional (KEN), yakni Rimpu Mantika di Bima, Alunan Budaya Pringgasela di Lombok Timur, Maulid Adat Bayan, dan Gili Festival di Lombok Utara.

Keempat event tersebut diharapkan mampu meningkatkan eksposur pariwisata NTB di tingkat nasional hingga internasional.

Sepanjang 2026, kalender pariwisata NTB akan diramaikan beragam kategori event, mulai dari wisata budaya seperti Bau Nyale, Peresean, dan Maulid Adat Bayan, sport tourism seperti Mandalika Racing Series, Rinjani Trail Run, hingga Paragliding World Cup, serta festival daerah seperti Festival Lakey, SAMOTA Festival, dan Senggigi Festival.

Dengan kekuatan budaya, sport tourism, dan desa wisata, NTB menunjukkan keseriusan menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah. Penguatan promosi digital, kolaborasi lintas sektor, dan event unggulan seperti MotoGP Mandalika diyakini menjadi kunci mengejar target 2,5 juta wisatawan pada 2026.*