Sinergi BRIDA NTB , PLN dan BRIN untuk EBT PLTAL


Mataram, CatatanNTB.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) terus mempercepat pengembangan riset Energi Baru Terbarukan (EBT). Kali ini, BRIDA NTB menggandeng PLN Pusat dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengakselerasi pilot project Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) di Selat Alas.

Kesepakatan tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar secara hybrid di Kantor BRIDA NTB, Selasa (28/4/2026). Hasil pertemuan menegaskan bahwa fase uji coba pengembangan infrastruktur PLTAL ditargetkan mulai berjalan pada 2028, setelah melalui serangkaian validasi data teknis.

Sebagai langkah awal, tim teknis dijadwalkan melakukan pendalaman kajian regulasi dan lingkungan di wilayah Pringgabaya mulai 29 April 2026. Lokasi ini menjadi salah satu titik potensial pengembangan berdasarkan hasil survei sebelumnya.

Senior Manager PLN Pusat Pengembangan dan Penelitian, Iqbal Felani, menyebut kolaborasi ini sebagai bagian dari komitmen jangka panjang dalam mengoptimalkan potensi energi arus laut nasional. Menurutnya, peran BRIDA NTB penting dalam penyediaan data lokal serta dukungan perizinan.

Sementara itu, Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, menegaskan kesiapan pihaknya mengawal hilirisasi riset tersebut. Ia juga menginstruksikan tiga kelompok kerja internal untuk memastikan program berjalan komprehensif, mencakup aspek ekonomi, sosial, hingga inovasi dan kemitraan.

“Pengembangan PLTAL ini merupakan langkah strategis menuju kemandirian energi berbasis potensi lokal. Namun, implementasinya harus tetap memperhatikan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku usaha tambak di sekitar lokasi,” ujarnya.

Dari sisi teknis, peneliti BRIN, Dr. Eng. Ristiyanto Adiputra, mengungkapkan bahwa survei tahun 2025 telah mengidentifikasi tiga titik potensial di Selat Alas dengan karakter arus yang kuat dan layak dikembangkan.

Guna meminimalkan dampak sosial, BRIDA NTB akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta tokoh masyarakat di Lombok Timur. Selain itu, BRIDA juga berperan sebagai integrator akademik dengan melibatkan perguruan tinggi di NTB untuk memperkuat basis riset maritim.

Langkah kolaboratif ini diharapkan tidak hanya menghasilkan inovasi energi berkelanjutan, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan pengembangan.