Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini bersama Kepala TVRI NTB di kegiatan Bola Gembira menuju Piala Dunia 2026


Lombok Barat, CatatanNTB.com — Antusiasme masyarakat menyambut Piala Dunia 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk menggerakkan ekonomi lokal. Melalui agenda nonton bareng (nobar) yang digelar di ruang publik, kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha kecil.

Inisiatif tersebut mendapat dukungan penuh dari Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini. Ia menyebut pihaknya telah menyiapkan berbagai fasilitas guna menunjang kenyamanan masyarakat saat menyaksikan pertandingan.

“Kami sudah menyiapkan videotron berukuran 9x6 meter di depan alun-alun Gerung untuk menayangkan seluruh pertandingan secara langsung,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran siaran gratis melalui TVRI menjadi peluang strategis untuk menghidupkan pusat kota sekaligus memperkuat sektor UMKM.

“Dengan adanya nobar yang rutin, UMKM akan tumbuh. Perputaran uang di kawasan ini setiap malam pekan sudah mencapai ratusan juta rupiah,” jelasnya.

Ia menambahkan, jumlah pelaku UMKM di kawasan Alun-Alun Gerung terus meningkat dan kini telah melampaui 150 pelaku usaha. Kondisi ini dinilai sebagai indikator positif bahwa ruang publik yang aktif mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Lombok Barat harus dibangun dari desa. Ketika ruang publik hidup, ekonomi rakyat ikut bergerak. Ini bagian dari upaya kami menjadikan Gerung sebagai pusat aktivitas masyarakat,” katanya.

Sebagai fasilitas penunjang, pemerintah daerah juga menyediakan akses internet gratis selama 24 jam di area taman kota dan alun-alun, guna meningkatkan kenyamanan pengunjung.

“Kami ingin menghadirkan ruang publik modern yang inklusif untuk semua warga,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga menyampaikan apresiasi kepada TVRI dan pemerintah pusat atas tersedianya siaran gratis bagi masyarakat Indonesia.

Lebih jauh, Bupati berharap euforia Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga mampu menumbuhkan minat generasi muda terhadap olahraga sepak bola.

“Kami berharap ini bisa melahirkan bibit-bibit atlet dari daerah yang kelak mampu berprestasi di tingkat nasional hingga internasional,” pungkasnya.


Kepala Stasiun TVRI NTB, Okta Helena Katijara, menyampaikan bahwa penayangan Piala Dunia 2026 oleh TVRI merupakan bentuk hadiah dari Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat Indonesia, agar seluruh lapisan dapat menikmati pertandingan secara gratis.

“Siaran Piala Dunia ini menjadi ‘kado’ dari Presiden untuk masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ajang Piala Dunia 2026 akan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Selama periode tersebut, TVRI akan menayangkan seluruh 104 pertandingan, mulai dari babak penyisihan hingga final, melalui TVRI Nasional dan TVRI Sport, baik via siaran satelit maupun platform digital.

Lebih lanjut, Okta menuturkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di Lombok Barat, dengan menitikberatkan pada kemudahan akses serta keterlibatan pelaku UMKM dalam menikmati momentum Piala Dunia.

Sebagai bentuk dukungan, TVRI juga menggelar kegiatan nonton bareng di sejumlah titik di NTB. Selain itu, pihaknya menyiapkan berbagai informasi teknis serta membagikan tautan siaran kepada Diskominfotik Lombok Barat untuk diteruskan kepada masyarakat.

“Kontak petugas juga akan ditampilkan di layar dan disebarluaskan melalui media sosial guna membantu masyarakat jika mengalami kendala teknis,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan nonton bareng tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pedagang kaki lima dan pelaku UMKM. Dengan adanya keramaian penonton, diharapkan dapat mendorong peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya di sektor ekonomi kecil.