Proses pembangunan kembali Rumah Adat Bayan 


Lombok Utara, CatatanNTB.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menunjukkan komitmen dalam menjaga warisan budaya daerah dengan membantu pembangunan kembali rumah adat masyarakat adat Bayan yang terbakar di Desa Bayan Timur, Kabupaten Lombok Utara.

Bantuan tersebut akan disalurkan melalui Dinas Kebudayaan NTB dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) NTB Kementerian Kebudayaan RI dalam waktu dekat. Dukungan itu tidak hanya berupa pembangunan kembali rumah adat yang terbakar, tetapi juga bantuan pelaksanaan selamatan adat saat rumah kembali ditempati.

Kebakaran yang terjadi pada Februari 2026 lalu menghanguskan Bale Beleq Timuk Orong, salah satu rumah adat penting di kawasan adat Bayan. Peristiwa tersebut menjadi kehilangan besar bagi masyarakat adat karena rumah adat itu selama ini menjadi pusat kegiatan budaya dan simbol keberlanjutan tradisi leluhur Bayan.

Di tengah musibah itu, masyarakat adat Bayan menunjukkan semangat gotong royong dengan membangun kembali satu rumah adat secara swadaya. Warga bersama-sama mengumpulkan material bangunan dan mengerjakan proses pembangunan sebagai bentuk menjaga keberlangsungan budaya Bayan.

Komitmen pemerintah membantu pembangunan kembali rumah adat tersebut semakin menguat setelah Kepala Dinas Kebudayaan NTB, Muhamad Ihwan, bersama Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan NTB, Achmad Hariri, kembali mengunjungi Desa Bayan untuk berdialog langsung dengan masyarakat adat terkait jadwal pembangunan serta pelaksanaan ritual adat yang akan mengiringinya.

Pertemuan berlangsung bersama para tokoh adat Bayan, di antaranya pemangku adat Raden Kertamono, Kepala Dusun Suryanto, Pembekel Nikrana, dan Raden Sawungguling yang juga menjabat Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara.

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat adat menegaskan pembangunan kembali Bale Beleq tidak dapat dilakukan seperti pembangunan rumah biasa. Seluruh tahapan harus mengikuti kalender adat Bayan, mulai dari penentuan hari baik, pengambilan material bangunan, hingga ritual adat selama proses pembangunan berlangsung.

Karena itu, pemerintah dan masyarakat adat kini tengah menyusun pola pembangunan yang tetap menghormati ketentuan adat sekaligus memenuhi aturan administrasi pemerintahan agar proses pembangunan dapat berjalan dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pemerintah Provinsi NTB menilai masyarakat adat Bayan merupakan bagian penting dari ekosistem kebudayaan NTB yang harus dijaga dan dikembangkan. Kawasan adat Bayan juga dinilai memiliki posisi strategis sebagai simpul wisata budaya dan pengembangan ekonomi budaya di kawasan Geopark Rinjani.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, disebut memberi perhatian besar terhadap keberlangsungan rumah adat Bayan. Pemerintah berharap pembangunan kembali Bale Beleq tidak hanya mengembalikan bentuk fisik bangunan, tetapi juga memperkuat posisi Bayan sebagai pusat kebudayaan tradisional Lombok yang tetap hidup di tengah arus modernisasi.

Melalui kolaborasi masyarakat adat, Pemerintah Provinsi NTB, dan Kementerian Kebudayaan RI, Bale Beleq Bayan kini dipersiapkan kembali berdiri sebagai simbol kuat bahwa kebudayaan dan nilai gotong royong tidak akan hilang oleh musibah.