GPM Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan Provinsi NTB rangkaian Sinara Fest, di kantor KPPN Mataram 


Mataram, CatatanNTB.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus menekan laju inflasi. Program ini menyasar wilayah perkotaan, termasuk Kota Mataram yang menjadi salah satu daerah Indeks Harga Konsumen (IHK) di NTB.

Mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP), Irine Silviani, mengatakan GPM bertujuan memastikan seluruh masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang terjangkau.

"Kami mengadakan GPM di perkotaan untuk menjaga stabilitas harga. Jadi semua masyarakat, baik yang di pelosok maupun di perkotaan, bisa mendapatkan harga pangan yang stabil," ujar Irine saat ditemui di halaman KPPN Mataram, Kamis (25/6/2026).

Pelaksanaan GPM kali ini menjadi bagian dari rangkaian Sinara Fest (Sinergi Perkebunan dan Perbendaharaan) yang digelar KPPN Mataram dengan tema Perluasan Pemberdayaan UMKM Perkebunan untuk Mendukung UMKM Perkebunan Naik Kelas. Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 30 mitra lokal, mulai dari pelaku UMKM hingga pedagang pangan yang menyediakan berbagai komoditas segar seperti sayuran, bawang, cabai, dan produk olahan.

Irine mengungkapkan, komoditas yang paling banyak diminati masyarakat dalam setiap pelaksanaan GPM masih didominasi minyak goreng dan bawang merah. Sementara itu, harga sejumlah komoditas strategis seperti cabai dan bawang merah mulai menunjukkan tren penurunan sehingga kembali stabil. Saat ini, harga cabai di pasaran berkisar antara Rp35.000 hingga Rp50.000 per kilogram.

Tak hanya itu, minyak goreng yang dipasok melalui distributor, termasuk Bulog, menjadi incaran masyarakat karena dijual jauh di bawah harga pasar, yakni Rp15.500 per liter.

Meski Sinara Fest hanya berlangsung selama dua hari, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB memastikan Gerakan Pangan Murah akan terus dilaksanakan di berbagai daerah sebagai langkah intervensi harga guna menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi.

"Pada bulan Juli nanti kami merencanakan GPM minimal di dua titik, bahkan bisa lebih. Sebelumnya sudah kami laksanakan di Lombok Barat dan tidak menutup kemungkinan akan menyasar kabupaten lainnya untuk menekan inflasi," jelas Irine.

Melalui Gerakan Pangan Murah, Pemprov NTB berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus mendorong perputaran ekonomi pelaku UMKM lokal dan menjaga stabilitas pasokan pangan di daerah.