![]() |
| Cabor Pentaque Porprov XII |
Mataram, CatatanNTB.com - Pertandingan Cabang olahraga (Cabor) Pentaque resmi dibuka oleh Wakil Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat Ridwansyah di Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma), Senin 20 Juli 2026.
Sebanyak 79 Atlet dari 7 kabupaten kota bertanding untuk memperebutkan medali di 13 nomor yang dipertandingkan.
FOPI NTB Targetkan Empat Medali Emas
Ketua Federasi Olahraga Pentaque Indonesia (FOPI) Nusa Tenggara Barat Mohammad Akhwan mengatakan, Porprov ke XII yang digelar pada tahun ini sebagai langkah awal dalam menyeleksi atlet yang akan masuk dalam Pelatda untuk PON 2028.
Menurutnya kualitas atlet Pentaque dalam beberapa tahun terakhir cukup menjanjikan dan mampu bersaing dengan atlet dari provinsi lain di Indonesia.
Untuk meningkatkan kemampuan atlet, FOPI NTB juga sebelumnya telah menggelar pertandingan tingkat daerah.
"Kami melihat perkembangan atlet cukup positif, porprov kali ini sebagai wadah seleksi pertama bagi atlet yang berprestasi untuk digembleng lagi menuju pon 2028," kata Akhwan.
Dia melanjutkan pada PON 2028, NTB sebagai tuan rumah optimis dapat mendulang empat medali emas. Target tersebut kata Akhwan sangat realistis melihat perkembangan cabor Petanque di NTB berkembang pesat dan kemampuan atlet terus meningkat.
"Koni menargetkan tiga medali emas pada pon 2028, tetapi kami optimis dapat meraih empat medali emas, kualitas atlet NTB tidak kalah dengan provinsi lain, bahkan keunggulan sebagai tuan rumah juga memberikan keuntungan bagi kita untuk mendulang medali emas," ujarnya.
Pentaque Menjadi Cabor Previlege di PON 2028
Sementara Wakil Ketua Umum KONI NTB sekaligus pembina Cabor Pentaque Ridwansyah mengatakan target tiga medali emas yang ditetapkan oleh KONI NTB bukan hal mustahil yang sulit tercapai.
Selain pembinaan melalui usia dini dimana FOPI NTB juga lebih gencar mensosialisasikan olahraga Pentaque bagi pelajar melalui program Pentaque goes to school, kejuaraan tingkat daerah juga kerap digelar.
Porprov ke XII tahun 2026 kata Ridwansyah sebagai ajang seleksi atlet menuju pra PON dan PON 2028. NTB Sebagai tuan rumah lanjut Dae Iwan panggilan akrab Ridwansyah cabor Petanque menjadi cabor previlege dimana akan menjadi cabor unggulan yang akan mendulang medali emas.
"Pada PON 2028 cabor Petanque menjadi cabor previlege, cabor ini meski tidak se tenar cabor lainnya tetapi ini menjadi salah satu cabor andalan untuk mendulang medali emas, kita optimis dapat raih tiga medali emas," tandasnya.
Gandeng Pihak Ketiga Kembangkan Olahraga Pentaque
Sadar olahraga Pentaque masih tergolong sebagai cabang olahraga yang baru, FOPI NTB terus menggencarkan olahraga ini. Selain melalui program Pentaque goes to school, FOPI NTB juga menggandeng pihak ketiga untuk memasifkan lagi olahraga ini.
Terbaru FOPI NTB menggandeng Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma). Pada bulan Agustus mendatang Undikma dan FOPI NTB akan menggelar kejuaraan Pentaque tingkat internasional.
Rektor Undikma Prof Dr. Basuki Widodo mengatakan pihaknya telah berkordinasi dengan FOPI NTB untuk menggelar turnamen Pentaque tingkat internasional dimana tiga negara yakni Perancis, Malaysia dah Brunei Darussalam telah mendaftar untuk menjadi peserta.
"Kalau tidak ada aral melintang kita akan menggelar pertandingan tingkat dunia, sudah ada tiga negara yang mendaftar yakni Perancis, Malaysia dan Brunei Darussalam, negara lain juga berniat ikut serta dan akan mengirimkan atletnya," kata Prof Basuki.
Junjung Tinggi Sportivitas Saat Bertanding
Disejumlah cabang olahraga pada Porprov ke XII tahun ini sejumlah insiden mewarnai jalannya pertandingan bahkan berujung pada adu fisik.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga Provinsi NTB Syamsul Hadi FOPI NTB dan Pembina FOPI NTB berharap pada pertandingan Pentaque agar para atlet tetap menjunjung sportivitas. Meraih kemenangan merupakan suatu hal penting tetapi menjujung sportivitas.
Hadi mengingatkan kalah menang dalam pertandingan adalah hal biasa namun tidak boleh menghalalkan segala cara agar meraih kemenangan terlebih dengan mencidrai sportivitas.
Hadi juga mengingatkan wasit untuk berlaku adil dalam setiap keputusan sehingga tidak menimbulkan konflik.
"Saya berpesan agar atlet dan jajaran wasit tetap menjunjung tinggi sportivitas, jangan sampai terjadi perkelahian atau insiden yang merusak citra olahraga, saya yakin cabor Pentaque semua atlit dan wasitnya akan bertanding penuh sportivitas," pungkasnya.(Red)

0Komentar