Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi 


Lombok Barat, CatatanNTB.com – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat terus mendorong peningkatan kualitas inovasi di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD). Melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penginputan Inovasi untuk penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026, BRIDA menekankan bahwa inovasi yang diajukan tidak lagi sekadar memenuhi aspek administrasi, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kegiatan yang digelar pada Kamis (30/7/2026) tersebut bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas usulan inovasi perangkat daerah agar memenuhi indikator penilaian nasional sekaligus memperkuat Indeks Inovasi Daerah (IID) Provinsi NTB.

Dalam bimtek tersebut, peserta mendapatkan pendampingan mulai dari proses penginputan inovasi ke dalam sistem IGA, pemenuhan 22 instrumen bukti dukung, hingga penguatan substansi inovasi. Pendampingan difokuskan pada aspek regulasi, keterlibatan sumber daya manusia, kecepatan inovasi, kemanfaatan, kebaruan, potensi replikasi, serta kualitas video inovasi sebagai bagian dari penilaian.

Kegiatan dibagi dalam dua sesi yang diikuti seluruh OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB. Tim Pokja Riset Bidang Inovasi, Hilirisasi dan Kemitraan BRIDA bersama tim teknis mendampingi peserta sejak tahap awal penginputan hingga verifikasi kelengkapan dokumen pendukung.

Kepala BRIDA Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, menegaskan bahwa paradigma penilaian IGA kini lebih menitikberatkan pada implementasi dan dampak inovasi dibandingkan sekadar jumlah inovasi yang diajukan.

"Jangan menganggap inovasi sebagai rutinitas. Yang dituntut pemerintah saat ini adalah inovasi yang berdampak, baik dalam mempercepat pelayanan publik maupun memberikan manfaat ekonomi yang dapat diukur," tegas Aryadi.

Menurutnya, setiap OPD harus mampu menunjukkan bukti nyata keberhasilan inovasi melalui data sebelum dan sesudah implementasi, dilengkapi proses bisnis, video, success story, serta dokumen pendukung lainnya.

Aryadi mengungkapkan, pada penilaian IGA tahun sebelumnya, Provinsi NTB berhasil meningkatkan nilai Indeks Inovasi Daerah dari sekitar 64 menjadi 74,23. Tahun ini, BRIDA menargetkan nilai tersebut meningkat hingga melampaui angka 75 sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing daerah sekaligus mendukung peluang memperoleh Dana Insentif Daerah (DID).

Ia menekankan bahwa peningkatan indeks inovasi merupakan tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah. Setiap OPD diharapkan mampu menghadirkan inovasi sesuai tugas dan fungsinya yang benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Dalam sesi diskusi, sejumlah OPD mempresentasikan inovasi yang tengah dikembangkan, di antaranya inovasi Siap Siaga dari BPBD, pengembangan Pepadu Plus menjadi Skill Centre oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk memperluas kesempatan kerja, serta inovasi TPP ASN dari BKD yang mempercepat proses administrasi kepegawaian dan mendorong partisipasi masyarakat.

Seluruh inovasi tersebut memperoleh masukan teknis agar memenuhi instrumen penilaian IGA 2026. Melalui bimtek ini, BRIDA NTB berharap setiap perangkat daerah mampu menghasilkan inovasi yang berkualitas, terukur, mudah direplikasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sehingga budaya inovasi di lingkungan pemerintahan semakin kuat dan Indeks Inovasi Daerah Provinsi NTB terus meningkat.