![]() |
| GPM Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan provinsi NTB di Kelurahan Kebun Sari Mataram |
MATARAM, CatatanNTB.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Rabu (22/7/2026). Kegiatan yang menjadi titik pelaksanaan ke-11 sepanjang tahun 2026 ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat karena menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah, mengatakan GPM merupakan salah satu langkah pemerintah daerah untuk mengendalikan inflasi sekaligus memastikan ketersediaan pangan dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.
"Gerakan Pangan Murah ini kami laksanakan sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi dan memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau," ujarnya.
Menurut Mirza, pelaksanaan GPM diprioritaskan di wilayah yang mengalami kenaikan harga bahan pokok serta memiliki jumlah penduduk yang padat. Dengan demikian, intervensi pemerintah dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
"Kami melihat daerah-daerah yang mengalami kenaikan harga. Di situlah pemerintah akan hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat," katanya.
Tingginya minat masyarakat terlihat dari ramainya pembelian berbagai komoditas, seperti beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya. Mirza menegaskan, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal terus mendorong seluruh jajaran agar hadir memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat melalui program-program yang menyentuh kebutuhan dasar.
Ia memastikan Gerakan Pangan Murah akan terus dilaksanakan hingga Desember 2026. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk menentukan wilayah prioritas berdasarkan kondisi harga dan kebutuhan masyarakat.
"Kami akan terus melaksanakan Gerakan Pangan Murah sampai Desember. Daerah yang mengalami lonjakan harga dan memiliki kebutuhan tinggi akan menjadi prioritas pelaksanaan berikutnya," jelasnya.
Sementara itu, Lurah Kebun Sari, H. Mustaal, mengapresiasi Pemerintah Provinsi NTB yang memilih wilayahnya sebagai lokasi pelaksanaan GPM. Menurutnya, Kebun Sari merupakan kawasan dengan jumlah penduduk yang cukup padat, yakni sekitar 2.300 kepala keluarga atau sekitar 8.000 jiwa, sehingga program tersebut sangat membantu masyarakat.
"Alhamdulillah, penunjukan Kebun Sari sangat tepat karena menyasar wilayah dengan jumlah penduduk yang padat," ujarnya.
Mustaal menambahkan, sejumlah komoditas dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. Salah satu kebutuhan pokok dijual seharga Rp16.000, sedangkan di pasar mencapai sekitar Rp20.000. Selisih harga tersebut dinilai mampu membantu masyarakat menjaga daya beli di tengah fluktuasi harga.
Ia berharap Gerakan Pangan Murah dapat digelar lebih sering di Kelurahan Kebun Sari agar semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya.
"Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya sekali atau dua kali. Jika memungkinkan, frekuensinya bisa ditambah menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun," tutupnya.

0Komentar