Bunda Literasi/ Ketua TP PKK NTB Shinta M. Iqbal

Mataram, CatatanNTB.com — Museum Nusa Tenggara Barat (NTB) segera memiliki wajah baru. Setelah puluhan tahun mempertahankan tata pameran lama, museum yang menjadi salah satu pusat edukasi sejarah dan budaya NTB tersebut kini memasuki tahap revitalisasi dengan dukungan anggaran sekitar Rp3 miliar dari Kementerian Kebudayaan.

 Bunda Literasi Pemprov NTB, Hj. Sinta M. Iqbal, menyambut positif revitalisasi tersebut. Menurutnya, pembaruan tata pameran sudah lama dinantikan agar museum semakin menarik bagi masyarakat, terutama generasi muda.

"Dengan perubahan ini, moga-moga Museum NTB jadi jauh lebih menarik lagi. Sudah 16 tahun tata pamerannya tidak diubah, jadi memang sudah saatnya dibikin lebih fresh dan interaktif," tutur Sinta.

Revitalisasi diharapkan mampu mengubah wajah Museum NTB menjadi ruang edukasi sejarah yang lebih modern dan interaktif. Museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan literasi budaya yang mampu menarik minat generasi muda serta wisatawan.

Dengan tata pameran baru, sejarah perjalanan masyarakat NTB diharapkan dapat disampaikan dengan cara yang lebih menarik, kontekstual, dan mudah dipahami oleh pengunjung dari berbagai kalangan.

Sementara itu Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, mengatakan revitalisasi tersebut ditangani langsung oleh pihak kementerian. Pengerjaan ditargetkan mulai pada akhir September 2026 dan rampung pada awal Desember mendatang.


"Ini dikerjakan langsung oleh pihak Kementerian dengan nilai Rp3 miliar untuk menghadirkan layout terbaru. Setelah 26 tahun belum pernah kita renovasi ulang, kini kami menerima tim revitalisasi. Mudah-mudahan pengerjaannya dimulai akhir September dan awal Desember sudah selesai," ujar Ahmad.


Revitalisasi ini sekaligus menjadi momentum untuk mengakhiri penggunaan tata pameran lama yang telah bertahan selama puluhan tahun. Museum NTB juga berencana menghadirkan konsep pameran yang lebih modern, termasuk meluncurkan net museum saat peresmian nantinya.


Ahmad mengatakan, salah satu konsep yang akan ditonjolkan dalam tata pameran baru adalah sejarah perdagangan internasional. Konsep tersebut akan menggambarkan konektivitas masyarakat NTB dengan dunia internasional sejak masa lalu.


"Salah satu bocoran layout baru yang ditonjolkan adalah state tentang perdagangan internasional. Ini akan menampilkan bagaimana konektivitas sejarah antara masyarakat NTB dengan dunia internasional sejak dulu," katanya.