![]() |
Mataram, CatatanNTB.com — Sejak dipimpin Gubernur Lalu Muhammad Iqbal, Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin sering menjadi tempat bertemunya kepentingan dan persahabatan internasional. Tamu-tamu dunia bertubi-tubi datang ke NTB, mulai dari duta besar negara sahabat hingga delegasi internasional yang ingin melihat langsung potensi daerah dan menggali potensi negara lebih jauh.
Yang terbaru adalah kehadiran kehadiran Putri Mahkota Swedia Victoria Ingrid Alice Desiree. Kehadiran Putri Victoria membawa NTB ke level pergaulan internasional yang berbeda. Dia datang bukan hanya sebagai calon penerus Raja Carl XVI Gustaf, tetapi juga sebagai Goodwill Ambassador UNDP, badan pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Lombok dipilih karena memiliki jejak panjang kerja sama dengan UNDP, mulai dari pemulihan pasca gempa, kesehatan, ekonomi biru hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Tak tanggung-tanggung, pewaris takhta Kerajaan Swedia itu berada di NTB selama tiga hari, yakni sejak 5 hingga 7 September 2026. Saat tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Praya, Gubernur Iqbal langsung menyambut dan mendampinginya ke lokasi-lokasi potensial bagi kerjasama NTB dan Swedia serta UNDP.
Selama berada di NTB, Putri Victoria melihat langsung kehidupan masyarakat dan berbagai praktik pembangunan di tingkat lokal. Di Lombok Utara, misalnya, Putri Victoria mengunjungi SMKN 1 Pemenang dan Puskesmas Pemenang untuk melihat bagaimana pendidikan dan pelayanan kesehatan dibangun kembali setelah gempa 2018.
Dia juga berdialog dengan petani Desa Sajang mengenai pemulihan pertanian dan sistem irigasi pascabencana. “Ini kesempatan kami mengenalkan NTB ke dunia," kata Iqbal.
Selain itu, kata Gubernur Iqbal yang mantan diplomat dan duta besar Indonesia untuk Turki tersebut, Putri Victoria melihat secara dekat bagaimana agenda pembangunan berkelanjutan diterjemahkan dalam aksi nyata di lapangan.
“Beliau melihat langsung pengembangan ekonomi biru, perlindungan ekosistem pesisir, serta program asuransi terumbu karang. Hal itu sebagai sinergi pengelolaan pariwisata bahari dan pelestarian lingkungan laut,” katanya.
Kunjungan tersebut semakin memperpanjang daftar tamu internasional yang datang ke NTB. Sebelumnya, sebanyak 11 duta besar negara sahabat sudah berkunjung ke NTB.
Mereka adalah para duta besar sebagai berikut:
1. Qatar : H.E. Dr. Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari
2. Oman : HE Mohamed Ahmed Salim Al-Shanfari
3. Morroco : HE Redouane Houssaini
4. Bulgaria : HE Dr. Tanya Dimitrova, Ph.D.
5. Caribbean : HE Menissa Rambally
6. Syiria : HE Abdulmonem Annan
7. Azerbaijan : HE Ramil Rzayev
8. Palestine : HE Zuhair Saleh Muhammad Al-Shun
9. Bosnia and Herzegovina (Chargé d'Affaires a.i.) Mr. Momcilo Vukovic
10. Albania : Mr. Nikson Ballco. (Head of Mission)
11. Romania : Elena Maria Emandi (Diplomatic Counsellor)
Bahkan, tahun lalu Gubernur Iqbal menggelar Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) yang diikuti duta besar dan diplomat perwakilan dari 27 negara. Mereka adalah para duta besar dan diplomat perwakilan dari:
1. Kuwait
2. Singapore
3. Jordan
4. Slovakia
5. Zimbabwe
6. Serbia
7. Bosnia & Herzegovina
8. Ukraine (CDA)
9. Poland
10. Rwanda
11. Ethiopia
12. Kenya (Commercial Attaché)
13. Cuba
14. Mauritania
15. Cambodia
16. Laos
17. Inggris (Perwakilan)
18. Austria
19. Armenia
20. Bosnia & Herzegovina
21. Republik Korea (Korea Selatan)
22. Filipina (Philippines)
23. Fiji
24. Tiongkok (China)
25. Finlandia (Finland)
26. Uni Emirat Arab
27. Netherlands
Tak cukup sampai di situ. Menteri Negara Kanada untuk Pembangunan Internasional, Randeep Sarai, juga bertamu ke NTB. “Kita wujudkan program besar kita, yakni NTB Mendunia,” kata Iqbal.

0Komentar