![]() |
| Digital Peace creator |
Mataram, CatatanNTB.com – Pelajar di Nusa Tenggara Barat (NTB) didorong mengambil peran aktif dalam mencegah penyebaran paham radikalisme dan terorisme melalui ruang digital. Salah satunya dengan memproduksi konten edukatif, kreatif, dan inspiratif yang mengedepankan nilai toleransi, moderasi beragama, serta persatuan bangsa.
Dorongan tersebut disampaikan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) NTB, DR H Ruslan Abdulgani, SH., M.Hum., dalam kegiatan Digital Peace Creator: Pelatihan Pembuatan Konten Edukatif Pelajar dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme yang melibatkan pelajar tingkat SMP, SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah.
Sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, Ruslan Abdulgani menekankan pentingnya membangun kesadaran generasi muda terhadap ancaman penyebaran paham intoleran dan radikal yang kini semakin memanfaatkan media sosial, grup komunikasi, hingga gim daring sebagai sarana propaganda dan perekrutan.
Menurutnya, pelajar merupakan kelompok yang perlu mendapatkan perhatian dalam menghadapi ancaman di ruang digital. Terlebih, remaja berada pada fase pencarian jati diri sehingga rentan terpengaruh narasi kebencian, hoaks, dan konten provokatif yang dapat memecah belah persatuan.
Melalui pelatihan Digital Peace Creator, FKPT NTB mendorong pelajar agar tidak hanya menjadi pengguna atau konsumen informasi, tetapi juga mengambil peran sebagai agen perubahan dengan menciptakan dan menyebarluaskan konten positif.
Para peserta dibekali literasi digital serta teknik dasar pembuatan berbagai konten edukatif, mulai dari video pendek, poster digital, hingga narasi kreatif yang menarik dan relevan dengan karakter generasi muda.
Ruslan berharap, semangat perdamaian yang dibangun melalui kegiatan ini tidak berhenti selama pelatihan berlangsung. Para pelajar diharapkan dapat menerapkannya di lingkungan sekolah masing-masing serta menyebarkan pesan perdamaian melalui media sosial.
Ia juga mengajak generasi muda menjadikan teknologi dan media sosial sebagai sarana merawat persatuan, bukan sebagai alat untuk menyebarkan kebencian dan perpecahan.
Selain itu, pemerintah daerah diharapkan dapat menghadirkan program serupa secara berkelanjutan guna memperkuat peran generasi muda dalam menjaga kerukunan dan mencegah berkembangnya paham radikalisme di NTB.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi NTB, perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) beserta jajaran, pejabat pemerintah daerah, Bakesbangpoldagri, Dinas Pendidikan Provinsi NTB dan Kota Mataram, pengurus FKPT NTB, narasumber, tim pelatih, guru pendamping, serta para pelajar peserta kegiatan.
Melalui kolaborasi BNPT, FKPT NTB, pemerintah daerah, dan lingkungan pendidikan, Digital Peace Creator diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang cerdas bermedia digital, menjunjung tinggi toleransi, serta memiliki komitmen menjaga keutuhan bangsa.

0Komentar