![]() |
| Anggota DPRD KLU Artadi salurkan bantuan bibit (Foto Ist) |
Lombok Utara – Anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) dari Fraksi Gerindra, Artadi, kembali menyalurkan bantuan bibit kakao kepada masyarakat sebagai upaya mendorong peningkatan pendapatan petani. Bantuan tersebut diberikan kepada warga di Dusun Tuti, Dusun Tanak Sanggar, dan Dusun Pengembuk.
Program ini bersumber dari anggaran pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD dan difokuskan pada penguatan sektor pertanian produktif yang dinilai memiliki potensi ekonomi jangka panjang.
Artadi mengatakan, bantuan bibit kakao bertujuan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, sekaligus menambah sumber penghasilan keluarga. Menurutnya, kakao merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi apabila dikelola dengan baik dan berkelanjutan.
“Tujuan utama dari bantuan ini agar masyarakat memiliki kegiatan produktif yang bisa menambah penghasilan. Kakao ini sangat menjanjikan secara ekonomi,” ujar Artadi, Jumat (09/01/2026).
Ia menjelaskan, program bantuan bibit bukan kali pertama dilakukan. Pada tahun sebelumnya, dirinya juga telah menyalurkan berbagai bibit tanaman buah seperti durian, kelengkeng, dan rambutan kepada masyarakat di wilayah tersebut.
“Target saya, setiap kepala keluarga minimal memiliki pohon durian dan kelengkeng. Sekarang kita tambah lagi dengan kakao,” katanya.
Artadi berharap, ke depan tiga dusun penerima bantuan dapat berkembang menjadi sentra tanaman produktif baru di Lombok Utara, meniru keberhasilan wilayah Gangga dan Selelos yang dikenal sebagai penghasil durian, kakao, dan aneka buah-buahan lainnya.
Untuk memastikan hasil optimal, bibit kakao yang dibagikan merupakan bibit sambung berkualitas, sehingga masa berbuah relatif lebih cepat dibandingkan bibit biasa.
“Perkiraan kami, kakao ini bisa berbuah dalam waktu dua sampai tiga tahun. Karena bibit yang dibagikan sudah disambung, tentu akan lebih cepat berproduksi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Artadi menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, seperti infrastruktur jalan. Menurutnya, pemberdayaan ekonomi masyarakat harus berjalan beriringan agar kesejahteraan warga dapat meningkat secara nyata.
“Di samping kita memikirkan infrastruktur jalan dan lain-lain, kita juga harus memikirkan kegiatan yang bisa menghasilkan bagi masyarakat. Kalau hanya jalan yang dibangun, tapi penghasilan masyarakat tidak kita pikirkan, lalu dari mana mereka membiayai sekolah anak-anaknya dan kebutuhan sehari-hari,” tegasnya.
Melalui program tersebut, ia berharap masyarakat dapat lebih mandiri secara ekonomi dan memiliki sumber pendapatan berkelanjutan dari sektor pertanian dan perkebunan.

0Komentar