Atlet Taekwondo KLU Nasya Salsabila Syarif 


Lombok Utara, CatatanNTB.com – Di era transformasi yang terus bergerak maju dan kerap menggerus nilai kesantunan, sosok muda dari pelosok Lokok Rangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), membuktikan bahwa prestasi dan bakti kepada orang tua dapat berjalan beriringan. Ia adalah Nasya Salsabila Syarif, atlet taekwondo muda yang terus mengharumkan nama daerah di berbagai ajang kejuaraan.

Putri sulung pasangan Syarifudin dan Nani Triana Cahyani ini dikenal konsisten menyumbangkan medali, baik di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Salah satu pencapaian yang mengangkat namanya adalah keberhasilannya meraih medali emas pada Open Tournament Taekwondo Kapolresta Mataram Cup I NTB 2023.

Sejak itu, deretan prestasi terus ia torehkan. Pada 2023, Nasya meraih emas pada Kejuaraan Taekwondo Antar Pelajar se-NTB. Tahun 2024, ia kembali menyabet emas pada Open Tournament Taekwondo Bupati Cup KLU serta meraih perak di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo.

Memasuki 2025, prestasinya semakin matang. Ia meraih emas pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) NTB, perunggu pada Indonesia Open Taekwondo Championship, hingga emas pada ajang bergengsi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) NTB 2025.

Tak hanya di nomor Kyorugi (tanding), Nasya juga bersinar di nomor Poomsae (seni jurus). Ia tercatat sebagai Juara 1 Poomsae Individual Junior Putri pada Bintang Mataram Cup I, Juara 1 Grup Putri Poomsae Prestasi Cadet pada Kejurprov NTB Januari 2025, serta Juara 2 Poomsae Junior Prestasi Putri pada International Inter Students Championship.

Atas teknik bertandingnya yang bersih dan sportif, Nasya juga menerima penghargaan Atlet Terbaik (Best Player) pada Kejuaraan Pelajar Provinsi, berkat akurasi tendangan dollyo chagi yang menjadi ciri khasnya. Ia pun dikenal sebagai atlet dengan disiplin tinggi dan konsisten dalam latihan fisik maupun mental.

Saat dimintai tanggapan mengenai berbagai prestasinya, Nasya menyampaikan rasa syukur dengan rendah hati.

“Setiap kali berdiri di podium, yang pertama terlintas adalah wajah Bapak dan Ibu. Prestasi ini bukan karena saya hebat, tapi karena doa dan restu mereka yang tidak pernah putus,” ujarnya.

Sikap rendah hatinya juga diakui rekan setimnya, Faradila Sauban, sesama atlet peraih emas pada Kapolresta Mataram Cup 2023.

“Nasya sangat asyik diajak kerja sama. Meski putri dari mantan Wakil Bupati, di tempat latihan dia tidak pernah menjaga jarak. Dia rendah hati dan selalu menyemangati kami,” ungkap Faradila.

Di rumah, Nasya dikenal sebagai anak yang penurut dan disiplin membagi waktu. Ia rutin bangun subuh untuk latihan fisik sebelum berangkat sekolah.

Sang ayah, Syarifudin, yang pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Lombok Utara periode 2015–2020, mengaku bangga bukan semata karena medali yang diraih putrinya, melainkan karena karakter yang terbentuk melalui olahraga.

“Kami bersyukur bukan hanya soal medalinya, tetapi bagaimana olahraga membentuk Nasya menjadi pribadi yang disiplin dan tetap rendah hati,” tuturnya.

Sementara itu, Nani Triana Cahyani menambahkan bahwa keluarga hanya berupaya memberikan dukungan dan doa terbaik agar Nasya tetap konsisten di jalur positif.

Keberhasilan Nasya menembus level nasional dengan meraih perak di Kejurnas serta emas di PORPROV NTB 2025 menjadi bukti bahwa talenta dari pelosok seperti Lokok Rangan mampu bersaing di level tertinggi.

Kisah Nasya Salsabila menjadi inspirasi bagi generasi muda di Kabupaten Lombok Utara, bahwa kekuatan sejati seorang atlet tidak hanya terletak pada tendangan dan tangkisan, tetapi juga pada keteguhan karakter dan bakti kepada orang tua.