Mahasiswa UMMAT Segel Sekretariat BEM


Mataram, CatatanNTB.com — Aliansi Mahasiswa Tertindas (ALMAMATER) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMmat) melakukan aksi boikot total terhadap fasilitas Sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), sebagai bentuk kekecewaan terhadap sikap pimpinan birokrasi kampus.

Aksi tersebut merupakan lanjutan dari demonstrasi yang sebelumnya digelar di lingkungan kampus. Massa aksi sempat melakukan pembakaran ban di depan Gedung Fakultas Ilmu Kesehatan, kemudian bergerak menuju rektorat untuk menemui pimpinan kampus, termasuk Rektor dan Wakil Rektor III (WR III).

Koordinator Lapangan, Hegel, menyampaikan bahwa aksi tersebut dilakukan untuk menuntut pertanggungjawaban pihak kampus terkait dinamika Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira).

“Sebelum boikot Sekret BEM, kami telah melakukan demonstrasi, pembakaran ban, serta berupaya menemui Rektor dan WR III untuk meminta kejelasan,” ujarnya.

Menurutnya, keputusan untuk melakukan boikot dipicu oleh hasil audiensi dengan WR III yang dinilai tidak memberikan kejelasan serta dianggap mengintervensi proses Pemira.

Koordinator Umum aksi, Erwin Setiawan, menilai sikap pimpinan kampus tidak didasarkan pada alasan yang rasional dan berpotensi mencederai mekanisme yang telah dijalankan oleh Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa (KPRM) dan Panitia Pengawas Pemira (Panwasra).

“Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan kami atas hasil audiensi yang tidak memberikan kejelasan. Kami menilai ada keputusan yang diambil tanpa dasar yang rasional,” tegasnya.

Aliansi mahasiswa juga menduga adanya keberpihakan dari pihak birokrasi terhadap salah satu pasangan calon dalam kontestasi Pemira, meskipun dugaan tersebut belum mendapatkan tanggapan resmi dari pihak kampus.

Mereka menegaskan bahwa aksi tidak akan berhenti pada tahap ini. Gelombang protes lanjutan disebut akan terus dilakukan hingga tuntutan mereka mendapat respons yang jelas dari pihak universitas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Universitas Muhammadiyah Mataram belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan mahasiswa maupun aksi boikot yang dilakukan.