![]() |
Lombok Utara, CatatanNTB.com - Lembaga Riset, Pendidikan, Pemberdayaan dan Penerbitan Daygun Research Center (DRC) bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) dalam hal ini Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menyelenggarakan peningkatan kapasitas pemuda dalam hal penelitian. Bertajuk "Mencetak Peneliti Muda Lombok Utara" kini prosesnya baru dimulai dari perekrutan peserta. Perekrutan peserta ini dilakukan dengan cara pendaftaran online dan mengikuti seleksi wawancara di kantor DRC . Hal ini dikemukakan Direktur DRC Dr. Muh. Azkar, M.Pd.I., ditemui di kantor DRC di Tanjung, Kamis (4/5/2026).
Menurut Azkar, kegiatan ini akan menyaring 15 orang peserta yang akan mengikuti program "Be Young Research Class" hingga empat bulan ke depan. Mulai dari bulan Mei hingga Agustus 2026. Hal ini, menurut Azkar, merupakan peningkatan kapasitas pemuda Lombok Utara dalam bidang riset, penelitian, dan penulosan karya ilmiah.
"Kita melihat ada kekurangan di sektor ini, kita punya mimpi setiap argumen yang disampaikan pemuda Lombok Utara adalah hasil kajian, data akurat, sehingga menunjukan kualitas pemuda sebagai manusia yang menganalisa," kata Azkar.
Di tempat yang sama, Ketua Tim Pelaksana kegiatan "Be Young Research Class" Muhammad Gozali membeberkan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi calon peserta untuk menjadi bagian dari program ini. Di antaranya merupakan mahasiswa yang berasal dari Lombok Utara, pemuda yang aktif berorganisasi dan memiliki visi penelitian yang ditunjukan dengan mengajukan rancangan atau judul penelitiannya.
"Kita melakukan seleksi mulai dari pendaftaran online. Lalu nanti akan diseleksi dengan metode wawancara. Hal ini guna menggali keinginan dan visi para peserta. Kemudian ada beberapa syarat lain yang juga harus dipenuhi oleh calon peserta," kata Gozali.
Kelas Riset sendiri akan dilaksanakan mulai dari pembukaan dan kuliah umum terkait dengan penelitian yang akan diisi oleh akademisi Universitas Mataram Dr. Burhanuddin, M.Hum., kemudian pemberian materi di dalam kelas yang akan diisi oleh delapan narasumber berkompeten dari unsur birokrasi daerah Lombok Utara, akademisi dari berbagai universitas di NTB, dan praktisi dari berbagai komunitas peneliti.
Selanjutnya, akan dilakukan praktikum lapangan selama beberapa minggu. Peserta diwajibkan turun ke lapangan untuk menggali data dan menemukan data empiris yang menjadi dasar penelitiannya. Setelah itu peserta akan dibimbing oleh mentor yang merupakan akademisi berkompeten untuk menyusun karya ilmiah mereka.
"Kami harap ini menjadi hal baru dan dapat bermanfaat untuk pemuda Lombok Utara. Semoga acara ini berjalan sesuai dengan yang direncanakan," harapnya.

0Komentar