Kepala BRIDA NTB Putu Gede Aryadi 


Lombok Barat, CatatanNTB.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mempercepat transisi menuju energi bersih melalui program konversi sepeda motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi sepeda motor listrik yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Program yang telah memasuki tahap implementasi ini kini tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Sejumlah langkah strategis disiapkan, mulai dari pemanfaatan kendaraan dinas yang tidak lagi digunakan untuk program konversi massal, peningkatan kapasitas bengkel konversi hingga grade A, serta penguatan sistem sertifikasi dan pengujian kendaraan.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB, Putu Gede Aryadi, menegaskan bahwa keberhasilan program konversi motor listrik membutuhkan dukungan berbagai pihak. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor, ketersediaan pendanaan, serta peningkatan kualitas produk menjadi faktor penting agar inovasi ini dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Program ini tidak hanya bertujuan mengurangi emisi dan mendukung energi bersih, tetapi juga harus mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya saat dikonfirmasi (1/6).

Hingga saat ini, SMK Negeri 3 Mataram telah berhasil mengonversi sebanyak 34 unit sepeda motor menjadi kendaraan listrik. Dari jumlah tersebut, 30 unit telah menyelesaikan proses administrasi yang diperlukan.

Gede Aradi menambahkan, untuk kelancaran inovasi ini pihaknya bersama Dinas Perhubungan NTB akan menyiapkan bahwa persyaratan sertifikasi program konversi hampir seluruhnya terpenuhi. Namun masih terdapat satu peralatan utama yang perlu dilengkapi sebelum proses verifikasi dapat dilakukan secara menyeluruh.

Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Provinsi NTB juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Hukum untuk mengurus aspek legalitas dan hak kekayaan intelektual (HKI). Upaya ini diharapkan mampu mendorong hasil inovasi konversi motor listrik menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan daya saing di pasar.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemprov NTB optimistis program konversi motor listrik dapat menjadi salah satu model pengembangan energi bersih berbasis inovasi lokal yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di daerah.