Tim Percepatan Peradaban Kurma Pertama Indonesia di KLU


Lombok Utara, CatatanNTB.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) semakin memantapkan langkah untuk mewujudkan daerah tersebut sebagai pusat peradaban kurma pertama dan satu-satunya di Indonesia. Komitmen itu ditandai dengan pembentukan Tim Percepatan Peradaban Kurma Indonesia yang melibatkan unsur pemerintah, swasta, akademisi, hingga komunitas masyarakat.

Pembentukan tim tersebut merupakan tindak lanjut dari deklarasi Bupati Lombok Utara pada 2 Februari 2026 yang mencanangkan KLU sebagai pusat peradaban kurma nasional. Melalui tim percepatan ini, pemerintah daerah berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bergerak bersama dalam merealisasikan visi besar tersebut.

Sekretaris Tim Percepatan Peradaban Kurma Indonesia yang juga Kepala Bagian Pembangunan Setda KLU, Nasli, mengatakan rapat koordinasi yang digelar pada Senin (8/6/2026) menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen seluruh pihak yang terlibat.

“Pertemuan ini menjadi titik awal untuk menyatukan persepsi, komitmen, dan langkah bersama dalam mewujudkan cita-cita Lombok Utara sebagai pusat peradaban kurma Indonesia,” ujarnya.

Nasli menjelaskan, tim percepatan terdiri dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) teknis serta berbagai lembaga pendukung, di antaranya Akuatun Nusantara, PT Tani Makmur, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Baznas, hingga Aliansi Masyarakat Adat.

Menurutnya, pembahasan dalam rapat masih bersifat umum dan akan dilanjutkan dengan pertemuan teknis untuk menyusun pembagian tugas, target capaian, serta tahapan pelaksanaan program.

“Ke depan akan dibahas lebih rinci mengenai langkah konkret yang harus dilakukan masing-masing pihak, termasuk target dan capaian yang ingin diwujudkan,” katanya.

Terkait pendanaan, Nasli mengungkapkan hingga saat ini belum tersedia alokasi anggaran khusus. Namun, pembentukan tim diharapkan mampu mendorong OPD terkait untuk mulai merancang program-program pendukung sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Sementara itu, Tim Ahli BRIN, Prof. Ahmad Suryadi, menegaskan dukungan lembaganya melalui penyediaan data dan kajian ilmiah berbasis riset guna memastikan kesiapan KLU menjadi pusat peradaban kurma Indonesia.

“Kami akan menyediakan data dan informasi berbasis ilmiah untuk melihat potensi Lombok Utara sebagai pusat peradaban kurma Indonesia,” ujarnya.

Menurut Prof. Ahmad, kurma masih menjadi komoditas yang relatif baru dikembangkan di Indonesia sehingga peluang KLU untuk menjadi daerah rujukan nasional sangat terbuka. Berbagai aspek akan dikaji, mulai dari potensi lahan, karakteristik tanaman, hingga kesiapan masyarakat dalam mendukung pengembangan komoditas tersebut.

“Nantinya Lombok Utara dapat menjadi referensi utama dalam pengembangan dan peradaban kurma di Indonesia,” katanya.

Pengembangan kurma di KLU tidak hanya difokuskan pada sektor pertanian. Pemerintah daerah juga menyiapkan konsep penguatan agrowisata berbasis kurma dan wisata religi yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dalam roadmap yang disusun pemerintah daerah, fondasi pusat peradaban kurma Indonesia ditargetkan mulai terbentuk dalam lima tahun ke depan melalui pembangunan infrastruktur pendukung serta peningkatan kapasitas masyarakat secara bertahap.

Di sisi lain, pelopor Kurma Ukhuwah Datu Nusantara, Arif Munandar atau yang akrab disapa Waq Dolah, mengaku haru atas terbentuknya tim percepatan tersebut. Menurutnya, perjuangan panjang mengenalkan dan membudidayakan kurma di Lombok Utara kini mulai mendapat dukungan nyata dari pemerintah dan berbagai pihak.

“Hari ini saya merasa sangat lega. Ikhtiar panjang membumikan tanaman kurma di Lombok Utara dan NTB akhirnya sampai pada pembentukan Tim Percepatan Pembangunan Peradaban Kurma Indonesia,” ungkapnya.

Ia menilai keterlibatan berbagai unsur dalam tim menjadi bukti bahwa pembangunan peradaban kurma di Lombok Utara bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah gerakan bersama yang mulai diwujudkan secara nyata.

Dengan sinergi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat, Lombok Utara optimistis dapat menjadi pusat pengembangan kurma nasional sekaligus model pembangunan berbasis pertanian, wisata, dan pemberdayaan masyarakat di Indonesia.