Mahasiswa Wora Mataram


Mataram, CatatanNTB.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Wora Mataram menggelar aksi demonstrasi di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB), menuntut penanganan serius terhadap kasus dugaan pembunuhan yang terjadi di Desa Nunggi, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima.

Dalam aksi tersebut, massa menilai penanganan kasus oleh Polres Bima Kota berjalan lamban dan tidak memberikan perkembangan yang jelas kepada pihak keluarga korban. Mereka mendesak Polda NTB turun tangan untuk mengambil alih penanganan perkara serta memastikan seluruh pihak yang diduga terlibat diproses sesuai ketentuan hukum.

Koordinator aksi menyampaikan bahwa kasus yang telah berjalan hampir satu bulan itu belum menunjukkan perkembangan yang memuaskan. Karena itu, mahasiswa menyatakan mosi tidak percaya terhadap kinerja Polres Bima Kota dalam menangani perkara tersebut.

Selain meminta percepatan proses hukum, massa juga mendesak Polda NTB mengevaluasi penyidik yang menangani perkara, termasuk meminta pencopotan Kanit Reskrim Pidum Polres Bima Kota apabila terbukti lalai dan tidak profesional dalam menjalankan tugasnya.

Salah seorang peserta aksi, Den Malaka, menegaskan bahwa penegakan hukum tidak hanya menyasar pelaku utama, tetapi juga pihak-pihak yang diduga berperan sebagai provokator hingga memicu terjadinya dugaan pembunuhan tersebut.

Aksi demonstrasi diterima oleh perwakilan Propam Polda NTB. Dalam dialog dengan massa, pihak Propam menyampaikan apresiasi karena mahasiswa memilih menyampaikan aspirasi melalui jalur yang tertib. Mereka juga menyatakan akan menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan serta melakukan pendalaman terhadap penanganan perkara.

Propam Polda NTB turut memastikan akan melakukan evaluasi terhadap proses penyidikan dan berkoordinasi agar penanganan kasus berjalan secara profesional, transparan, serta sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Sementara itu, Koordinator Umum aksi, Bahtiar, menegaskan pihaknya akan kembali menggelar demonstrasi apabila dalam waktu satu minggu tidak terdapat perkembangan yang signifikan dalam penanganan kasus maupun penyampaian informasi kepada keluarga korban.

Mahasiswa berharap Polda NTB dapat memastikan proses penegakan hukum berjalan secara adil, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat.