Jamaah Haji NTB kloter 15


MATARAM – Kedatangan jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 15 menandai berakhirnya seluruh rangkaian pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Embarkasi Lombok pada musim haji 2026.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB, Lalu Muhamad Amin, mengatakan Kloter 15 merupakan kloter gabungan yang terdiri dari jemaah asal delapan daerah di NTB, yakni Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Dompu. Sementara jemaah dari Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kabupaten Sumbawa, dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tidak tergabung dalam kloter tersebut.

"Kloter 15 yang tergabung dari beberapa kabupaten. Jadi, kecuali KLU, Sumbawa, dan KSB," ujar Lalu Amin.

Ia menjelaskan, sebanyak sekitar 365 jemaah tiba bersama Kloter 15. Dengan kedatangan kloter terakhir tersebut, seluruh proses operasional pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji melalui Embarkasi dan Debarkasi Lombok resmi berakhir.

"Dengan kedatangan jemaah dari Kloter 15 ini, maka dari Embarkasi Lombok telah berakhir proses pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji yang jumlahnya 5.864 orang," katanya.

Lalu Amin menuturkan seluruh jemaah yang telah tiba di Tanah Air telah diserahterimakan kepada pemerintah kabupaten/kota masing-masing sebelum kembali berkumpul bersama keluarga.

"Dalam prosesi kedatangan jemaah haji pada pagi hari ini menandakan bahwa seluruh rangkaian penyelenggaraan haji Embarkasi Lombok telah berakhir dan semua sudah kembali diterima oleh keluarga masing-masing melalui perwakilan pemerintah daerah," ujarnya.

Meski seluruh kloter telah kembali ke Indonesia, hingga kini masih terdapat empat jemaah haji asal NTB yang menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi. Satu di antaranya merupakan jemaah Kloter 15 yang belum dapat dipulangkan karena belum dinyatakan layak terbang.

"Kalau yang untuk saat ini satu orang, kemudian ada informasi sebelumnya ada juga tiga orang yang masih dirawat di sana," ungkapnya.

Pihaknya terus memantau kondisi keempat jemaah tersebut. Apabila kondisi kesehatan mereka membaik, pemulangan akan dilakukan melalui skema tanazul bersama jemaah dari provinsi lain, kemudian akan dijemput pemerintah setibanya di Jakarta.

Selain itu, Lalu Amin menyampaikan jumlah jemaah haji asal NTB yang wafat selama penyelenggaraan ibadah haji 2026 tercatat sebanyak 12 orang. Sebanyak 11 jemaah meninggal dunia di Tanah Suci, sementara satu orang lainnya wafat di Tanah Air setelah sempat menjalani perawatan di RSUP.

"Yang di Tanah Suci ada 11 orang, kemudian di Tanah Air yang sempat dirujuk di RSUP itu satu orang, jadi totalnya ada 12 orang," jelasnya.

Ia memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, mulai dari pemberangkatan hingga pemulangan, berjalan lancar, aman, dan terkendali. Mayoritas jemaah juga telah kembali ke daerah asal dalam kondisi sehat.

"Dari beberapa tahapan dalam proses penyelenggaraan sampai fase pemulangan ini, semuanya berjalan lancar, aman, dan terkendali. Jemaah dapat kita pastikan tiba di Tanah Air dalam kondisi sehat dan dengan senyum bahagia," katanya.

Lalu Amin berharap seluruh jemaah haji asal NTB memperoleh predikat haji yang mabrur dan makbul setelah menunaikan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.

"Insyaallah, semua jemaah haji kita mendapat predikat haji yang mabrur dan makbul," tutupnya.