Rektor Unram Prof. Sukardi bersama Kepala BRIDA NTB Putu Gede Aryadi pada peluncuran Biodigester Portable 


Mataram, CatatanNTB.com – Universitas Mataram (Unram) bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi NTB dan Yayasan Rumah Energi resmi meluncurkan Biodigester Portable, sebuah inovasi teknologi yang mampu mengolah sampah organik menjadi energi hijau. Peluncuran yang berlangsung pada Selasa (9/6/2026) ini menjadi langkah nyata dalam mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus mendukung pengembangan ekonomi sirkular di daerah.

Biodigester Portable merupakan hasil riset yang dirancang untuk mengurangi timbulan sampah organik melalui proses pengolahan menjadi biogas dan produk turunan yang bernilai guna. Teknologi ini diharapkan mampu menjadi solusi pengelolaan sampah yang lebih efektif, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir (TPA).

Rektor Universitas Mataram, Prof. Dr. Sukardi, mengatakan peluncuran Biodigester Portable menjadi bagian dari komitmen Unram dalam mewujudkan kampus yang berorientasi pada energi hijau (green energy).

Menurutnya, teknologi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana penelitian dan pembelajaran, tetapi juga menjadi solusi nyata dalam pengelolaan sampah organik di lingkungan kampus.

“Dalam beberapa bulan ke depan, Universitas Mataram akan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja Biodigester Portable untuk memastikan teknologi ini dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sukardi menambahkan, apabila hasil implementasi menunjukkan kinerja yang baik, Unram akan menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB dan pemerintah kabupaten/kota untuk memperluas penerapan teknologi tersebut sebagai alternatif pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan.

Sementara itu, Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung hilirisasi hasil riset agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurut Aryadi, Biodigester Portable memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih luas setelah melalui tahapan implementasi dan pengujian operasional.

“Teknologi ini telah menunjukkan hasil yang baik. Produksi gas dapat dipantau secara digital sehingga proses operasional menjadi lebih terukur, aman, dan efisien,” katanya.

Ia menjelaskan, BRIDA NTB akan terus memperkuat ekosistem inovasi melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, dunia usaha, serta pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Selain itu, pemanfaatan teknologi biodigester juga akan didorong pada sektor pangan dan agroindustri agar hasil penelitian dapat memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan.

Peluncuran Biodigester Portable menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menghadirkan inovasi yang aplikatif. Ke depan, teknologi ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai wilayah di NTB sebagai solusi pengelolaan sampah organik berbasis teknologi sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.