Wakil ketua DPRD Provinsi NTB Lalu Wirajaya 

Mataram, CatatanNTB.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat ( NTB) bersama Pimpinan DPRD Provinsi, melaksanakan Rapat koordinasi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) RI, Rabu (3/9/26).


Wakil Ketua DPRD NTB Lalu Wirajaya mengungkapkan bahwa banyak kasus-kasus yang dipaparkan KPK di hadapan Gubernur NTB dan pejabat Pemprov NTB. KPK memberikan warning kepada para pejabat Pemprov NTB supaya kasus operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Lombok Barat nonaktif, Lalu Ahmad Zaini tidak terjadi di Pemprov NTB dan kabupaten/kota lainnya.

"Banyak tadi yang dipaparkan kasus-kasus supaya kita di pemerintah Provinsi NTB lebih waspada. Ini bentuk early warning KPK, memang ini program rutin dalam rangka pencegahan. Cukuplah Lombok Barat tadi ada menjadi contoh, jangan kemudian terjadi di provinsi, di kabupaten/kota lainnya," ungkap Wirajaya.

KPK ingatkan kelebihan bayar pembayaran proyek

Politisi Partai Gerindra itu menyebutkan salah satu yang menjadi sorotan KPK terkait kelebihan pembayaran dalam pengerjaan proyek. KPK menegaskan tidak boleh terjadi kelebihan pembayaran proyek kepada pihak ketiga atau kontraktor. 

Begitu juga sebaliknya, pejabat tidak boleh menerima imbalan dari pengerjaan suatu proyek. Dia menjelaskan pimpinan DPRD NTB diundang dalam Rapat Koordinasi Pemantauan dan Evaluasi Perbaikan Tata Kelola Pemerintah Daerah tersebut dalam rangka pengawasan. 

"Ini legislatif ke depan diundang dalam rangka pengawasan, semua OPD diundang, inspektur diundang," kata dia.

OTT jangan sampai terjadi di Pemprov NTB

Wirajaya mengatakan KPK memberikan penekanan kepada pejabat Pemprov NTB supaya kasus OTT pejabat di daerah lain jangan sampai terjadi di Pemprov NTB. Sehingga rapat koordinasi tertutup yang dilaksanakan hari ini dalam rangka pencegahan dan pembinaan kepada pemerintah daerah. 

"KPK itu kan tidak melulu soal penindakan, tapi bagaimana pencegahannya sebelum terjadi juga dilakukan. Tadi kita sudah sama-sama mendengarkan arahan-arahan, sosialisasi, tentu harus dilaksanakan, kehati-hatian itu penting," tandasnya.