BRIDA NTB dan TP-PKK Sumbawa 


Lombok Barat, CatatanNTB.com – Potensi produksi jagung Kabupaten Sumbawa yang mencapai sekitar 650.000 ton per tahun membuka peluang pengembangan produk kerajinan berbasis limbah pertanian. Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Bapperida dan TP-PKK Kabupaten Sumbawa mulai menyiapkan pengembangan inovasi tersebut agar memiliki nilai ekonomi dan membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Pembahasan ini berlangsung dalam koordinasi pada Jumat (23/10/2026), yang juga membahas pengembangan pewarna alami untuk mendukung kerajinan dan pelestarian wastra atau kain tradisional, serta evaluasi Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) Kabupaten Sumbawa Tahun 2025.

Dengan produksi jagung yang besar, Sumbawa memiliki potensi limbah berupa kulit, batang, dan tongkol jagung yang dapat diolah menjadi produk kreatif. Pengembangan ini direncanakan masuk dalam program peningkatan kesejahteraan masyarakat pada 2027 melalui riset, pelatihan, dan pendampingan inovasi.

Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, mengatakan pemanfaatan potensi lokal perlu didukung riset dan pendampingan agar menghasilkan produk berkualitas serta memiliki nilai tambah.

Ia mencontohkan inovasi yang dikembangkan Yayasan Andi Dina, meliputi pemanfaatan kapas, limbah ternak, dan pewarna alami untuk mendukung pelestarian wastra. Pendekatan serupa dinilai dapat dikembangkan di Sumbawa dengan meneliti tanaman lokal yang berpotensi menghasilkan pewarna untuk kain tenun.

Menurut Aryadi, kolaborasi dengan perguruan tinggi, komunitas, dan kelompok perajin menjadi bagian penting agar inovasi tidak berhenti pada tahap percobaan, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) mulai menjajaki pemanfaatan kulit jagung sebagai bahan kerajinan.

Upaya ini diharapkan dapat memperkaya produk unggulan daerah yang selama ini didominasi kain tenun, sekaligus mengurangi limbah pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Ida berharap BRIDA NTB dapat memfasilitasi pendampingan teknis bagi para perajin, terutama dalam pengolahan bahan dan pengujian keamanan jika kulit jagung dimanfaatkan sebagai kemasan makanan.

Selain itu, TP-PKK Kabupaten Sumbawa merencanakan pelatihan pewarna alami pada 2027 dengan menghadirkan Yayasan Andi Dina sebagai narasumber.

Pengembangan tersebut diharapkan membuka peluang diversifikasi produk kerajinan lokal. Dengan dukungan riset dan keterampilan pengolahan, limbah pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal berpotensi menjadi bahan baku produk bernilai jual.

Evaluasi Pengelolaan Keuangan Daerah

Selain membahas pengembangan inovasi, pertemuan tersebut juga mengevaluasi hasil pengukuran IPKD Kabupaten Sumbawa Tahun 2025.

Kepala Bapperida Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, mengakui hasil penilaian tersebut menjadi bahan evaluasi, terutama terkait kelengkapan dokumen dan ketepatan waktu pengunggahan data melalui laman pemerintah daerah.

Kepala BRIDA NTB menekankan pentingnya pemenuhan indikator penilaian sesuai ketentuan, termasuk dokumen APBD, laporan keuangan, dan data pendukung lainnya. Kelengkapan serta ketepatan penyampaian dokumen menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas tata kelola keuangan daerah.

Bapperida Kabupaten Sumbawa akan menindaklanjuti catatan evaluasi bersama perangkat daerah terkait. Dedy juga menyampaikan apresiasi atas pendampingan teknis yang diberikan dan menyatakan kesiapan untuk memperbaiki kekurangan dokumen sesuai tenggat waktu.

Koordinasi ini diharapkan memperkuat kerja sama Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan BRIDA NTB, baik dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan maupun mendorong riset dan inovasi berbasis potensi lokal.

Ke depan, pengembangan limbah jagung dan pewarna alami diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui riset terapan, pelatihan, serta kolaborasi lintas pihak sehingga berkontribusi terhadap peningkatan nilai tambah komoditas lokal, perluasan peluang usaha, dan penguatan daya saing produk unggulan Sumbawa.