![]() |
| Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama pelaku industri Hotel |
Lombok Tengah, CatatanNTB.com — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mendorong hotel dan restoran menyerap lebih banyak hasil perikanan lokal untuk memenuhi kebutuhan wisatawan selama gelaran MotoGP Mandalika 2026.
Menurut Iqbal, tingginya kunjungan wisatawan dan okupansi hotel selama MotoGP harus dimanfaatkan untuk memperbesar perputaran ekonomi di dalam daerah. Jangan sampai meningkatnya aktivitas pariwisata justru membuat kebutuhan hotel dan restoran dipenuhi dari luar NTB.
“Jangan sampai tamunya datang ke NTB, menginap di NTB, tetapi produk yang disajikan justru didatangkan dari luar,” kata Iqbal saat bertemu pelaku industri perhotelan di Tunak Resort, Lombok Tengah, Selasa (6/10/2026).
Dorongan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya keterisian hotel menjelang MotoGP Mandalika. Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM) I Made Adiyasa menyebut rata-rata okupansi hotel bintang tiga ke atas di Kota Mataram telah mencapai 82 persen per 7 Oktober 2026. Bahkan, sejumlah hotel mencatat okupansi hingga 97 persen.
Di sisi lain, Iqbal menyoroti besarnya potensi sektor perikanan NTB. Produksi perikanan NTB pada 2025 disebut mencapai lebih dari 1,2 juta ton. Namun, sebagian hasil perikanan tersebut masih dikirim ke luar daerah, termasuk komoditas bernilai tinggi seperti lobster.
Iqbal mengatakan persoalan tersebut menunjukkan adanya ketimpangan antara potensi produksi perikanan dengan pasar lokal. Nelayan dan pelaku usaha perikanan memiliki produk berkualitas, sementara hotel dan restoran membutuhkan pasokan dalam jumlah besar dengan standar kualitas dan kontinuitas tertentu.
“MotoGP harus kita gunakan untuk mempertemukan dua kepentingan ini. Hotel dan restoran membutuhkan produk berkualitas dalam jumlah besar, sementara nelayan dan pelaku usaha perikanan kita membutuhkan pasar yang kuat di daerahnya sendiri,” ujarnya.
Untuk itu, Iqbal meminta industri hotel dan restoran membangun komunikasi langsung dengan asosiasi nelayan, pembudidaya, pemasok, dan pelaku usaha perikanan.
Menurutnya, komunikasi tersebut penting untuk memetakan kebutuhan industri, mulai dari jenis produk, volume, kualitas, kontinuitas pasokan hingga standar yang harus dipenuhi.
Pemetaan itu selanjutnya diharapkan menjadi fondasi terbentuknya rantai pasok perikanan lokal yang mampu memenuhi kebutuhan hotel dan restoran secara konsisten.
Iqbal menegaskan, pemanfaatan produk lokal tidak boleh berhenti hanya selama MotoGP berlangsung. Momentum tersebut harus menjadi titik awal terbentuknya hubungan bisnis jangka panjang antara industri pariwisata dan sektor perikanan.
“Jangan hanya berlaku selama MotoGP. MotoGP kita jadikan momentum untuk membangun rantai pasoknya. Kalau kualitas dan pasokannya sudah memenuhi standar industri, hubungan ini harus berlanjut setelah MotoGP selesai,” tegasnya.
Iqbal berharap pertumbuhan pariwisata di NTB tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memperluas pasar bagi produk masyarakat lokal.
“Saya ingin semakin besar belanja hotel dan restoran yang berputar kembali di NTB,” katanya.

0Komentar