![]() |
| Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara, Denda Dewi Trisna Budi |
Lombok Utara, Catatan NTB.com — Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui Dinas Pariwisata mulai mematangkan strategi untuk mengoptimalkan dampak ekonomi penyelenggaraan MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika.
Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara, Denda Dewi Tresna Budi, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB, ITDC, InJourney, serta sejumlah pemangku kepentingan pariwisata.
Menurutnya, pembahasan tidak hanya berkaitan dengan evaluasi penyelenggaraan MotoGP pada tahun-tahun sebelumnya, tetapi juga bagaimana gelaran internasional tersebut dapat memberikan manfaat lebih luas bagi destinasi wisata dan pelaku ekonomi di Lombok Utara.
Berdasarkan evaluasi beberapa tahun terakhir, mayoritas wisatawan yang berada di Lombok Utara datang untuk menikmati destinasi wisata dan tidak secara khusus bertujuan menyaksikan MotoGP. Kondisi tersebut dinilai sebagai peluang untuk mengintegrasikan agenda MotoGP ke dalam perjalanan wisata mereka.
"Kami mendorong wisatawan yang sudah berada di Lombok Utara, jumlahnya lebih dari 3.500, sekaligus memasukkan agenda menonton MotoGP dalam perjalanan mereka. Begitu juga sebaliknya, penonton MotoGP tidak hanya berada di kawasan Mandalika selama gelaran berlangsung, tetapi melanjutkan perjalanan ke Lombok Utara setelah balapan," kata Denda.
Strategi tersebut diarahkan untuk meningkatkan lama tinggal atau length of stay wisatawan. Penambahan waktu menginap beberapa hari dinilai dapat memberikan efek langsung terhadap tingkat hunian hotel dan akomodasi, transportasi, restoran, hingga pelaku ekonomi kreatif dan UMKM.
Denda mengatakan, penguatan konektivitas juga menjadi bagian penting dalam strategi tersebut. Pemerintah daerah berkoordinasi terkait dukungan transportasi, termasuk dengan Damri, untuk menunjang mobilitas wisatawan maupun pelaku pariwisata dari kawasan Bangsal menuju Senggigi, eks Bandara Selaparang, hingga kawasan Mandalika.
Selain saat pelaksanaan balapan, Dispar KLU juga membidik potensi kunjungan wisatawan setelah MotoGP atau after GP.
Evaluasi selama empat tahun terakhir menunjukkan sebagian penonton cenderung memusatkan aktivitas pada agenda balapan. Karena itu, periode setelah MotoGP dinilai menjadi peluang untuk mendorong wisatawan memperpanjang perjalanan dan mengunjungi destinasi wisata di Lombok Utara.
"Kami berharap pola perjalanan wisatawan dapat diperluas, dari sekadar datang untuk menyaksikan MotoGP menjadi perjalanan wisata yang mencakup destinasi lain di Lombok Utara," ujarnya.
Dengan strategi tersebut, MotoGP 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda olahraga internasional, tetapi juga menjadi pengungkit ekonomi pariwisata Lombok Utara.
Pemerintah Kabupaten Lombok Utara mendorong penguatan sinergi antara pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi NTB, ITDC, InJourney, pelaku usaha, dan sektor transportasi agar dampak ekonomi dari penyelenggaraan MotoGP dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

0Komentar