![]() |
| Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi bersama Tim Evaluasi Sayembara Riset dan Inovasi Peneliti Muda |
Lombok Barat, CatatanNTB.com — Badan Riset dan Inovasi Daerah atau BRIDA Provinsi Nusa Tenggara Barat menetapkan 15 proposal unggulan sebagai pemenang Sayembara Riset dan Inovasi untuk Peneliti Muda Tahun 2026.
Penetapan tersebut merupakan hasil Rapat Pleno Tahap 2 Tim Evaluasi yang berlangsung di Ruang Rapat BRIDA Provinsi NTB, Kamis, 1 Oktober 2026.
Dari 15 proposal terpilih, tujuh proposal berasal dari tema Ketahanan Pangan dan Energi, empat proposal dari tema Pariwisata Berkelanjutan, serta empat proposal dari tema Pengentasan Kemiskinan Ekstrem.
Komposisi pemenang ditetapkan dengan mempertimbangkan hasil penilaian, jumlah proposal pada masing-masing tema, serta potensi dampak dan manfaat dari hasil penelitian.
Sebelumnya, Tim Evaluasi melakukan penilaian terhadap 230 proposal yang masuk. Rinciannya, 95 proposal bertema Ketahanan Pangan dan Energi, 89 proposal Pariwisata Berkelanjutan, dan 45 proposal Pengentasan Kemiskinan Ekstrem.
Seluruh proposal kemudian diurutkan berdasarkan hasil penilaian substansi, dengan skor tertinggi mencapai 96 persen.
Kepala BRIDA Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, menyerahkan proses penetapan kepada Tim Evaluasi dengan mengacu pada hasil penilaian substansi dan keluaran penelitian secara proporsional sesuai tema yang disayembarakan.
Menurut Aryadi, kualitas substansi bukan satu-satunya pertimbangan. Tim juga melihat peluang hilirisasi, pengembangan produk atau keluaran penelitian, serta manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Ia menegaskan, dukungan terhadap penelitian diharapkan tidak berhenti pada hasil kajian, tetapi dapat berkembang menjadi inovasi yang aplikatif dan mampu menjawab persoalan pembangunan daerah.
Aryadi juga menilai para peneliti muda NTB memiliki potensi besar untuk berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
“NTB memiliki potensi peneliti dan inovator yang luar biasa sehingga kita optimis mereka akan menjadi aktor utama dalam mengakselerasi pembangunan di NTB,” tegasnya.
Ia menambahkan, penetapan 15 proposal tersebut merupakan tahap awal dan tidak berarti proposal lainnya memiliki kualitas yang rendah.
“Penetapan 15 proposal ini merupakan tahap awal. Bukan berarti proposal lainnya tidak baik, tetapi dukungan akan dilakukan secara bertahap,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Evaluasi, Prof. Dr. Khairul Hamim, menjelaskan bahwa penetapan dilakukan berdasarkan skor kumulatif sebagai dasar utama, kemudian diperkuat dengan pertimbangan potensi dampak dan manfaat keluaran penelitian.
“Proposal yang terpilih bukan hanya dilihat dari dokumennya, tetapi juga dari potensi untuk dikembangkan, didampingi, dan menghasilkan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Hasil rapat pleno selanjutnya akan dituangkan dalam berita acara sebagai bentuk pertanggungjawaban bersama. Hasil penetapan juga akan disampaikan secara resmi kepada para peserta melalui pengumuman yang disiapkan tim.
BRIDA NTB berharap dukungan terhadap 15 proposal terpilih dapat mendorong lahirnya hasil riset dan inovasi yang lebih aplikatif, memiliki peluang hilirisasi, serta memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian persoalan pembangunan di Nusa Tenggara Barat.

0Komentar