Ketua BEM Unram Mabi Adiek Garlosa


Mataram – Ketua BEM Universitas Mataram, Mavi Adiek Garlosa, menyampaikan keprihatinan atas berkembangnya ketegangan yang diberitakan melibatkan aparat penegak hukum dan unsur TNI dalam kaitannya dengan penanganan perkara dugaan korupsi di sektor batu bara. Menurutnya, situasi tersebut tidak boleh berkembang menjadi konflik antarinstitusi yang berpotensi mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.


"Kami memandang bahwa hukum harus ditegakkan secara profesional, transparan, dan tanpa intervensi dari pihak mana pun. Perselisihan antarinstitusi hanya akan menimbulkan ketidakpastian hukum dan mengikis kepercayaan publik," ujar Mavi Adiek Garlosa. (9/7/26).


BEM Universitas Mataram mendesak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk mengambil langkah kepemimpinan yang tegas dalam memastikan koordinasi antarlembaga negara tetap berjalan sesuai konstitusi dan kewenangan masing-masing. Presiden diharapkan dapat menjamin bahwa proses hukum berlangsung independen, objektif, dan akuntabel.


Selain itu, BEM Universitas Mataram menekankan pentingnya menjaga profesionalisme seluruh aparat negara. Setiap dugaan pelanggaran hukum harus diproses melalui mekanisme hukum yang berlaku, sementara setiap institusi wajib menghormati kewenangan institusi lainnya demi menjaga wibawa negara dan prinsip negara hukum.


BEM Universitas Mataram mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal perkembangan persoalan ini secara kritis dan objektif, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Kepastian hukum, supremasi hukum, dan kepentingan bangsa harus ditempatkan di atas kepentingan sektoral.


"Tidak boleh ada institusi yang berdiri di atas hukum. Yang harus dijaga adalah kepastian hukum, profesionalisme aparat, dan kepercayaan rakyat terhadap negara," tutup Mavi Adiek Garlosa.